Langsung ke konten utama

This time shall pass too

I'm at the lowest point in my life right now. So I write this down to myself in the future.

we pass through worst.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman tes kerja. Nestle, Kraft, Bank Commonwealth, Coca-cola Amatil dan LINE

It's been a while since my last post in this blog... Padahal banyak banget tulisan yang masih di draft dan belom rampung, seperti "US Government Shutdown" (Sampe shutdwon nya kelar tulisannya belom kelar juga T.T), "Perang dan kerajaan bernama Lockheed Martin", "Arsenal dan mimpi bersama Ozil" (bentar lagi udah mau tengah musim malah belom selesai...) dan tulisan-tulisan lainnya yang masih tersimpan rapi di dalam draft. Sibuk mencari dan tes-tes kerja sih, maklum fresh graduate :D FYI, hampir di semua perusahaan gue apply nya yang bagian MT atau Management Trainee. MT itu strata tertinggi dalam jalur penerimaan perusahaan, karena emang disiapin buat jadi future leader. diaharapkan dalam waktu 3-7 tahun udah bisa jadi manager. MT pasti jelas dapat banyak privilege yang ga didapet sama karyawan biasa, seperti karir yang lebih cepet, tutor langsung ke board of director dll. Tapi ya karena posisi ini bergengsi, jadi siap-siap untuk bersaing sama lulusa...

it's not just a music, it's a brand: JKT48

"Do what you love, and love what you do" Steve Jobs It's just too awesome... Yup kata-kata itu yang terlontar ketika gue mencoba menelaah konsep marketing dari JKT48. Disaat industri musik Indonesia mati segan hidup tak mau , Akimoto Yasushi (director of 48 familiy). membawa difrensiasi nyata tentang bagaimana cara memasarkan musik dengan berbeda.  Anda musisi? lo boleh ngaku punya idealisme musik yang tinggi, boleh ngaku musik lo cuma buat telinga-telinga berkualitas, boleh ngaku musik lo laki banget. Tapi kalo ga bisa dijual, for what? Saatnya kita belajar dari adik-adik kecil ini, "how to sell music with style" :) "this is an idol group, not girl band" Sebelum membahas konsep marketing & branding dari JKT48 lebih jauh, pertama kita harus memahami lebih dahulu apa perbedaan antara girl band dan idol group. Menurut saya pribadi, ada dua perbedaan penting dari idol group d...

Skepticism kill you slowly: JKT48 theatre

"Don't judge the book by it's cover, never" Ada lima orang laki-laki, bertampang sangar, dua berambut gondrong sepunggung, celana belel dan salah satu memakai rompi jins khas anak-anak mapala... Mereka adalah orang-orang yang duduk disamping gue persis ketika menonton teater JKT48 pertama kali di FX sudirman.  Kalo gue lagi sendirian di jalan terus papasan ama orang-orang ini di malam hari, jelas gue bakal balik kanan maju jalan lari sprint... Duduk paling depan, ada seorang bapak-bapak berambut putih, gue taksir umurnya seperti ayah gue, sekitar 50 tahun dan sambil menunggu teater dimulai ia membaca beberapa berkas pekerjaan yang ditumpuk di pahanya. Sepertinya ada darah Jepang, tipe bapak baik-baik banget mukanya. Karismatik dan berwibawa, mungkin dua kata ini paling tepat buat menggambarkan bapak yang beruntung duduk di kursi paling depan hari ini. Dibelakang gue tiga baris kursi, ada tiga mbak-mbak yang sepertinya habis pulang dari k...