Langsung ke konten utama

Film, Music and Game

Why the two stands still when the one fall?

Ok jadi di tulisan ini gue coba membahas dari kacamata marketing dalam sudut pandang marketing.
Kenapa industri film dan musik mampu bertahan, sedangkan industri game perlahan-lahan mulai jatuh?

Well, We start from the problem.
ketiga industri ini bermain di segmen yang sama, yaitu entertainment.
dan memiliki musuh yang sama, Pembajakan!
So why the result is so much diffrent?

We start first from film industry
Industri film masih yang terdepan di industri ini.
cara gampangnya untuk mentracking berapa besar profit, kita bisa liat dari box office rank.
disitu bisa terlihat, yang masuk ke dalam top 10 box office. Profit bisa menutup Cost of production hanya dalam beberapa minggu pemutaran film saja.
Penjualan dari DVD? itu cuma bonus kok. duit receh lah istilahnya.

Music Industry
agak sedikit terlambat, dulu industri ini tampak paling gelagapan banget waktu menghadapi pembajakan.
semua musisi kompak menyerukan anti pembajakan sampai berbusa-busa.
regulasi semua negara diperketat untuk melawan pembajakan.
Hasilnya? still nonsense. ga di amerika ga di Indonesia sama saja. semua download music dari 4shared :p
Tapi musisi mulai berubah. kalau dulu profit utama musisi dari CD lagu, sekarang mulai digeser ke konser. Pasti ngeh kan kalo sekarang di Jakarta hampir tiap bulan pasti ada konser besar?
dari lady gaga, Linkin park, A7x dll... gue masih nungguin taylor swift by the way.
nah dari situlah sebenernya pemasukan utama musisi, dari konser.
Jual CD lagu? dan lagi sama seperti diatas, cuma receh kok. bahkan beberapa musisi mengupload secara free lagu-lagunya di internet dan hanya menggantungkan pendapatnya dari konser 100%
Musisi di Indonesia malah lebih kreatif, pendapatan terbesar malah di dapat dari RBT.
tapi menurut gue, ini bahaya. karena RBT sendiri bisnis yang rentan terhadap tren dan regulasi.

And the last one is... Game Industry
Why you fall babes? :(
actually, gue ini penikmat film (banget), musik (banget) dan game (banget-banget)
jujur sedih, dari hari ke hari gue liat berita industri game satu demi satu mulai kolaps.
dari rockstar (GTA) sampai bethesda (Skyrim)
huff, jawabanya cuma satu.
Mereka tidak bisa berubah, mereka cengeng!!
Industri game saat ini tidak bisa menambah added value yang signifikan untuk menghadapi pembajakan.

film punya bioskop, walaupun pembajakan gede. mereka masih bisa menggantungkan diri ke bioskop and it's still profitable. 
Kepuasan nonton bioskop masih belum bisa tergantikan.
walaupun orang punya home theatre, ini masih mahal banget. ga semua orang bisa beli.
lagipula, nonton bioskop itu selain menikmati filmnya, juga sarana bersosialisasi sama temen-temen... dan pacar tentunya :p
belum lagi bioskop sekarang mulai menambah added value lain, dengan makananya, dengan 3d nya dll. 
still unbeatable...

Musik punya Konser. ga semua orang udah pernah nonton konser kelas dunia. kalo konser level musisi indonesia masih so-so lah yah.
kalo level dunia, hmm it's so much diffrent.
Sound engginer level dunia mampu menampilkan kualitas audio nomer 1. belum lagi performance panggung sang musisi sendiri yang pastinya asik gila.
ini bikin nagih suer!
Belum lagi trend di Indonesia saat ini, nonton konser udah jadi bagian dari life style dan status sosial.
Still strong enough to beat piracy...

Games? Sorry to say, You have nothing...
emang sih sekarang game mulai menambahkan fitur game online buat yang original, dari seri battlefield sampe Batman arkham city udah ada game onlinenya.
apalagi yang paling ngetop fifa 12, fitur game online nya bener2 seru.
tapi? yah cuma itu.
Game masih gagal mensosialisasikan benefit dari beli game original, khususnya fitur game online ini. dan belum semua orang bisa main game online, secara butuh kapasitas internet yg mumpuni.
Apalagi game konsol model Xbox dan Plya station. masih agak ribet setting game online.
fitur game online ini belum bisa diandalkan sebagai lawan dari piracy.
statement "Beli game ori cuma beda di game online aja kok, itu juga ga seru-seru amat" masih bisa dibenerkan.

Conclusion is,Industri game terlalu lama merengek-rengek menghadapi piracy. 
memang sih piracy salah, but as a business you must be tough.
apalagi era keterbukaan informasi saat ini, gue ga yakin piracy bener-bener bakal hilang dari muka bumi.
Mau ga mau, industri yang harus berkompromi. piracy kedepannya bakal jadi bagian dari kompetitor yang harus dipertimbangkan dan dihitung cost benefitnya.
Tapi tenang aja, menurut pandangan gue, kedepannya industri game belum akan mati dan ga bakal pernah mati. selama manusia masih seneng main loh ya :D
apalagi kedepannya, kualitas dan kuantitas internet bakal makin baik. arah kedepan, semua industri game bakal main kearah game online.
dan mungkin juga bakal ada added value yang lain, seperti game centre bakal jadi tempat berkunjung keluarga di weekend. who knows?
Be tough please, I'm gamers till I die. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman tes kerja. Nestle, Kraft, Bank Commonwealth, Coca-cola Amatil dan LINE

It's been a while since my last post in this blog... Padahal banyak banget tulisan yang masih di draft dan belom rampung, seperti "US Government Shutdown" (Sampe shutdwon nya kelar tulisannya belom kelar juga T.T), "Perang dan kerajaan bernama Lockheed Martin", "Arsenal dan mimpi bersama Ozil" (bentar lagi udah mau tengah musim malah belom selesai...) dan tulisan-tulisan lainnya yang masih tersimpan rapi di dalam draft. Sibuk mencari dan tes-tes kerja sih, maklum fresh graduate :D FYI, hampir di semua perusahaan gue apply nya yang bagian MT atau Management Trainee. MT itu strata tertinggi dalam jalur penerimaan perusahaan, karena emang disiapin buat jadi future leader. diaharapkan dalam waktu 3-7 tahun udah bisa jadi manager. MT pasti jelas dapat banyak privilege yang ga didapet sama karyawan biasa, seperti karir yang lebih cepet, tutor langsung ke board of director dll. Tapi ya karena posisi ini bergengsi, jadi siap-siap untuk bersaing sama lulusa...

it's not just a music, it's a brand: JKT48

"Do what you love, and love what you do" Steve Jobs It's just too awesome... Yup kata-kata itu yang terlontar ketika gue mencoba menelaah konsep marketing dari JKT48. Disaat industri musik Indonesia mati segan hidup tak mau , Akimoto Yasushi (director of 48 familiy). membawa difrensiasi nyata tentang bagaimana cara memasarkan musik dengan berbeda.  Anda musisi? lo boleh ngaku punya idealisme musik yang tinggi, boleh ngaku musik lo cuma buat telinga-telinga berkualitas, boleh ngaku musik lo laki banget. Tapi kalo ga bisa dijual, for what? Saatnya kita belajar dari adik-adik kecil ini, "how to sell music with style" :) "this is an idol group, not girl band" Sebelum membahas konsep marketing & branding dari JKT48 lebih jauh, pertama kita harus memahami lebih dahulu apa perbedaan antara girl band dan idol group. Menurut saya pribadi, ada dua perbedaan penting dari idol group d...

Nico Robin, Ohara dan sejarah 100 tahun yang hilang

"The past is a knowledge" Professor Clover, Ohara chief of library  Nico Robin Apa yang kira-kira akan anda lakukan ketika anda mengetahui bahwa pemerintah dunia mencoba menutupi sejarah 100 tahun yang hilang (Void Century) pada 800 tahun yang lalu dan pemerintah dunia menawarkan imbalan untuk setiap kepala yang mencoba mencari tahu tentang segala hal yang terjadi pada rentang waktu tersebut? Mencari tahu dengan sekuat tenaga demi memuaskan dahaga atas rasa penasaran anda atas nama sejarah dan ilmu pengetahuan dengan menanggung segala resiko yang mungkin terjadi? atau mundur teratur sambil berujar "ah itu kan hanya masa lalu, tahu pun toh sekarang sudah tidak berguna, hanya sebuah cerita indah atau tragedi pahit untuk dikenang?" Pikir baik-baik dimana posisi anda saat ini. jika jawaban anda adalah pilihan dua, tenang anda tidak sendiri. Saya yang dulu pun seperti itu. Biasanya dalam setiap tulisan saya, saya selalu menyelipkan pes...